بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Memuat jadwal shalat...
Madrasah Literasi

Perbedaan Cerpen Mini, Ideal, dan Panjang



            Oke guys.. kali ini saya akan membahas tuntas tentang C E R P E N. Yaps, cerita pendek, kita tentu udah sering belajar tentang ini, baik itu saat SD, SMP, atau SMA betul kan? Nah berikut penjelasan tentang cerpen*

A.    Pengertian Cerpen

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novela (dalam pengertian modern) dan novel.

B.     Klasifikasi dalam Cerpen

Menurut Nurgiyantoro (1995:9), cerpen yang dalam bahasa Inggris disebut _short story_  adalah cerita yang lebih pendek daripada  _novelette_  (novelet). Walaupun pendek, panjang cerpen bervariasi. Cerpen yang pendek ( _short story/flash story_ ) berkisar 500-an kata, cerpen yang panjang cukupan  ( _middle short story_ ), dan cerpen yang panjang ( _long short story_ ).

C.     Perbedaan Cerpen dengan Karya Fiksi Lainnya

Menurut Edgar Allan Poe—seorang sastrawan kenamaan Amerika—cerpen adalah sebuah cerita yang selesai di-baca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam. Adapun perbedaan cerpen dengan karya fiksi lainnya, yaitu:
  • Bentuknya yang pendek.
  • Cerpen menuntut penceritaan yang serba ringkas. Tidak bertele-tele.
  • Cerpen tidak sampai memuat detil-detil khusus yang _kurang penting_ yang lebih bersifat memperpanjang dan mengutak-atik alur cerita.
  • Cerpen memiliki kelebihan yang khas, yaitu kemampuannya mengemukakan lebih banyak dari sekadar apa yang diceritakan
Membaca cerpen tidak menuntut pembaca memahami masalah yang kompleks dalam bentuk dan waktu yang sedikit.

D.    Ciri Khas Cerpen
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.

E.     Unsur Pembangun Cerpen
Cerpen dibangun dengan dua unsur yaitu intrinsik dan ekstrinsik.  *Unsur intrinsik cerpen* meliputi tema dan amanat, penokohan dan perwatakan, latar penceritaan, plot atau alur, gaya bahasa, dan sudut pandang (point of view). Untuk unsur yang terakhir ini Rahmanto (1997:2.4) menyebutnya dengan istilah pusat pengisahan.

F.      Unsur ekstrinsik cerpen
Adalah unsur-unsur pembentuk cerpen yang berada pada luar cerpen. Nilai ekstrinsik cerpen tidak dapat dipisahkan dari kondisi masyarakat pada saat cerpen tersebut ditulis dan juga dipengaruhi oleh karakter seorang penulisnya.

Berikut Contoh Cerpen Mini, Cerpen Ideal, dan Cerpen Panjang yang  diambil di kurikulum-pendidikan1.blogspot.com/2017/10/contoh-cerpen-mini-ideal-panjang-lengkap.html

1.      Cerpen Mini

Judul               : Ingin Berubah

Penulis             : Sofie


Cerpen ini bertokohkan Andre Bastian, Seorang berandalan akut yang selalu bermaksiat setiap harinya. Dia tidak pernah absen untuk judi, merampok, menjambret, bahkan bermain dengan perempuan. Andre Anak sebatang kara, Ayah ibunya meninggal karena kecelakaan. Faktor inilah yang membuat Andre seperti ini, kurangnya kasih sayang orang tua serta kekayaan warisan yang dikonsumsinya sendiri.

Namun suatu hari Andre bertemu dengan gadis sholehah yang pulang dari pasar. Aini namanya. Andre sangat terpesona dengan gadis itu, sampai-sampai ia mengendap-ngendap untuk membuntuti Aini. Gadis itu telah merubahnya untuk lebih baik lagi, mulai dari perilaku buruknya yang ia tinggalkan, penampilannya yang ia rubah 180 derajat, dan Ibadah Andre yang sangat jarang.


2.      Cerpen Ideal

Judul               : My Last Love

Penulis             : Agnes Davonar


Cerpen ini berkisah tentang 2 orang manusia yang alur cerita cintanya dipertemukan dengan cara yang indah oleh Allah. Martin, Seorang anak orang kaya yang suka berfoya-foya menghamburkan kekayaan. Tak jarang kekayaannya itu dipakai untuk menyewa perempuan. Angel, seorang gadis yang malam itu sebentar lagi akan dilamar oleh kekasihnya.

            Saat itu, Martin sedang menyewa perempuan di dalam mobilnya, ia lalai dan langsung menabrak seorang gadis yang memakai vespa, ialah Angel. Angel saat itu hendak pergi ke taman untuk dilamar oleh kekasihnya, namun naas, ia malah ditabrak oleh Martin hingga kedua kakinya lumpuh.


3.      Cerpen Panjang

Judul               : Pudarnya pesona Cleopatra

Penulis             : Kang Abik

Penerbit           : Republika

Tahun Terbit    : 2005

            Cerita ini dikhususkan untuk orang-orang yang menganggap kecantikan itu adalah segalanya. Cerpen ini mengisahkan tentang seorang laki-laki (tokoh utama) yang menikahi seorang gadis bernama Raihana. Raihana digambarkan sebagai seorang yang cantik, berjilbab rapi, dan tentunya seorang Hafidzah Al Qur’an. Bahtera rumah tangga mereka sangat buruk, itu dikarenakan si Pria menikahi Raihana tidak didasari dengan cinta, namun hanya sekedar berbakti kepada orang tua.

            Si Pria sangat tergila-gila oleh kecantikan perempuan Mesir yang konon katanya titisan Cleopatra. Kulit putihnya, Hidung mancung yang melengkung indah, juga lesung pipinya yang membuat siapa saja tersihir oleh gadis mesir. Bahkan katanya, jika ada 3 orang gadis mesir, maka yang cantiknya ada 6. 3 untuk gadis mesirnya, 3 lagi untuk bayangannya.

            Namun begitu, Raihana tetap istri yang sholehah, ia tetap terus tahajud berdoa kepada Allah untuk keselamatan suaminya. Hingga akhirnya, si Pria berubah 180 derajat. Namun tiada yang tahu bahwa benih cinta tak selamanya berdamai dengan perpisahan.





*dikaji saat kelas online WhatsApp Madrasah Pena





Share:

Contoh cerpen : Bandung Lautan Api





Oleh: Dejial

“Saya perintahkan sekali lagi kepada seluruh rakyat Bandung agar mengosongkan Bandung utara, serta menyerahkan seluruh senjata yang telah dicuri dari kami!”

***
Aku berjalan di kegelapan malam, menelitik apakah nasib kami akan terus seperti ini?  Bagiku, ini semua tidaklah beda dengan neraka yang selalu diceritakan oleh Kyai Hasyim di desaku. Bedanya, semua yang mati di hadapanku tidak hidup kembali.

 Aku hanyalah seorang warga Bandung yang kemarin baru saja menjadi yatim piatu. Kemarin adalah hari terburuk yang pernah aku alami. Seluruh keluargaku dibantai habis oleh tentara sekutu. Aku menyaksikan hal paling tragis dalam hidupku. Disaat kedua bola mataku secara jelas melihat tentara sekutu menembaki kedua orang tuaku. Begitu bengisnya mereka membunuh ibu bapakku, menusuk adik-adikku. Dan yang paling membuatku marah yaitu ketika mereka tertawa-tertawa setelah membabat habis satu keluargaku.

Aku mencoba untuk membunuh mereka juga. Membalaskan apa yang baru saja aku lihat, saat itu akal sehatku entah sedang dimana, mana mungkin aku bisa mengalahkan para tentara itu sendirian. Tapi justru amarah yang membuatku hilang kendali.

 Aku keluarkan pisau dapurku yang selalu aku simpan disamping pinggangku. Aku ringkus satu tentara dengan satu putaran di lehernya. Selanjutnya aku mengendap diantara gelapnya malam, aku tusuk satu tentara lagi tepat di punggungnya.

“Paeh sia!” kataku sembari menarik pisauku dipunggung tentara itu. Aku tendangi mayat itu beberapa kali sampai puas.

Namun gara-gara hal itu, kewaspadaanku berkurang. Satu pukulan keras mendarat di punggungku. Aku terkapar dan langsung menangkis pukulan kedua. Aku lihat ternyata dia salah satu tentara sekutu. Aku meloncat untuk memberi jarak diantara kami. Ternyata dia juga ikut meloncat sembari melancarkan pukulan kedua dengan tangan kanannya. Aku tangkis pukulan itu dari luar sehingga tubuh bagian kanannya terbuka lebar. Aku balas dengan pukulan tangan kiriku yang mengarah pada perut sebelah kanannya. Berhasil. Dia terbanting menjauh.

Aku menyiapkan kembali kuda-kudaku. Melenturkan otot-otot dan sendi-sendiku. Aku geser kaki kananku kedepan, lalu merendahkan tubuhku dan mengangkat tanganku seperti posisi Jet li saat bertarung, kutajamkan penglihatanku ke musuh.

Dia baru saja bangkit dengan tangan yang masih memegang perutnya.

“Kau boleh juga anak muda” katanya sembari tersenyum menunduk kesakitan.

Dia mengadahkan wajahnya dan tersenyum penuh arti kepadaku. Saat itu aku tidak tahu apa yang ia senyumkan. Tiba-tiba benda tumpul mendarat di belakang leherku dengan keras. Aku limbung dan akhirnya terkapar di tanah.

Aku pikir dunia baru saja kiamat.



***

Fathi berjalan dengan santai di trotoar Dayeuhkolot. Dia memandangi sekeliling, begitu kumuh, sampah dimana-mana. Angkot yang bersuliweran kesana-kemari mencari sejenis makhluk bernama manusia yang hendak bepergian.

Fathi lanjut berjalan menuju markas Zeni Tempur (Zipur) 3/YudhaWyogrha. Diujung jalan Dayeuhkolot, Fathi terpesona melihat beberapa patung disana. Fathi lalu membuka lembaran-lembaran buku yang dia bawa.

***

“Id.. Said.. bangun id!!” Asep menggoyang-goyangkan tubuhku yang terbaring. Aku langsung bangun dari tidurku, dan tiba-tiba kepalaku pusing, spontan aku memegang kepalaku.

“Ente kenapa id? Kok bisa tergeletak di luar gini?”

Aku melirik wajah asep, aku mengingat-ngingat apa yang terjadi.

“Keluarga ana semua meninggal sep, Ana coba melawan tapi tetep ana gak bisa menang. Padahal ana jawara silat saat pesantren dulu.”

“Innalillahi..Allahumagfirlahum.. ya iya lah ente gaakan bisa menang kalo sendiri. Id, mereka itu orang luar negeri, hidupnya, lingkungannya beda sama disini. Mereka tentu lebih kuat.”

Aku melamun untuk sementara, teringat dulu saat kyai Hasyim mengajarkan silat kepadaku. Beliau sangat tenang dan lembut saat mengajarkan silat. Aku termasuk murid kesayangan kyai, karena kata beliau, aku begitu berbakat dalam seni bela diri, aku bisa dengan mudah menjatuhkan lawan-lawan yang kyai pilih. Suatu ketika, beliau tiba-tiba berkata kepadaku :

“Manusia itu bisa menguasai ilmu dengan sangat tinggi, namun setinggi apapun ilmunya, dia tetaplah tanah yang lemah dan dibawah.”

Dulu aku tidak paham dengan apa yang dibicarakan kyai, namun setelah kejadian tadi, aku jadi paham apa yang dimaksud kyai dahulu. Walaupun aku begitu jago dalam bela diri silat saat di Pesantren, tetap saja akan ada yang bisa mengalahkanku.

“Gimana kabar pak Toha?” tanyaku kepada Asep.

“Alhamdulillah beliau sehat-sehat saja”

”Terus sekarang gimana kabar ultimatum?”

“Sebenernya ana sengaja ana nyari-nyari ente, eh malah pingsan disini. Sebenernya, Pak Toha dan kawan-kawan sedang menyiapkan rencana besar-besaran, begini id…”

Aku terkaget mendengar penjelasan dari Asep, seketika kami berdua berlari menuju keberadaan Pak Toha untuk memastikan hal yang akan dilakukan.

***

Tooottt…!!!!

Fathi terkaget karena suara klakson yang begitu keras. Ternyata angkot Banjaran-Tegalega di belakangnya hampir menabrak anak-anak punk yang sedang menyebrang jalan. Namun, ternyata bukan si sopir angkot yang marah. Malah, anak-anak punk itu yang berontak mengeilingi angkot tersebut. Ada yang menendang angkot tersebut, ada yang memarah-marahi si sopir, sisanya hanya ikut-ikutan memarahi.

Untung saja ada polisi lalu lintas yang datang menuju angkot itu, sehingga anak-anak punk tadi langsung berlarian menjauh, kalau tidak entah apa lah yang akan terjadi pada angkot itu. Fathi mengalihkan perhatiannya lagi kepada buku itu, namun kali ini ia hendak membaca dengan tenang. Ia lalu mendekat di danau kecil Zipur, dan duduk di pinggir danau itu.


***

“Apa yang bapak lakukan aku sama sekali tidak setuju!!” Bentakku dengan keras.

“Tapi ini yang diperintahkan TRI kepada kita. Kita harus meninggalkan tempat ini, malam ini juga. Dan kita tidak akan rela jika bumi kami ini harus dipakai oleh jepang-jepang biadab itu! Mereka juga kan yang telah membunuh keluargamu?”

Aku diam mendengar perkataan pak Toha.

“Memangnya kamu ridho jika tanahmu, tanah ibu bapakmu ini di rebut oleh mereka?” Tanya pak Toha sekali lagi.

“Rencananya kami akan membumi hanguskan daerah ini, tepat jam 21.00 WIB. Semua warga Bandung sudah setuju dengan ide ini, tidak bisa dirubah.” Lanjutnya.

“Tapi, aku  tidak sanggup lagi jika harus kehilangan bapak, Aku sudah menderita atas meninggalnya keluargaku. Bapak satu-satunya keluargaku yang masih hidup” Kataku sembari menunduk menahan tangis.

“Sudahlah, biar aku menyusul kakakku. Aku titipkan anakku kepadamu id, dia masih kecil, dia tidak tahu tentang rencana ini. Aku ingin saat besar nanti dia akan bangga mengenal  ayahnya” katanya sambil berjalan menuju puterinya.

Dia mendekati puteri semata wayangnya. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga kecilnya, ibunya ditembak mati oleh jepang. Dia berhenti memandang sejenak puterinya. Lantas ia memeluknya dengan erat.

“Dek, Bapak pergi dulu.. ada urusan yang harus bapak selesaikan, baik-baik disini ya.. jangan nakal, jangan lupa sholat.. jika adek kangen ke bapa, lihat foto ini” katanya sembari memberi sebuah foto Pak Toha dan isterinya saat menikah.

Aku tak berani untuk melihat adegan itu, aku hanya menunduk menahan air mata.

 “Bapak pergi ya dek..” lanjutnya sembari mencium kening puterinya dengan penuh kasih sayang. Anak Pak Toha saat itu berumur 4 tahun. Terlihat air matanya menetes. Anaknya pun merasakan feeling yang diberikan bapaknya, ia mendekap erat tubuh bapaknya.

Tepat pukul 21.00 Pak Toha menjalankan misi sucinya, beliau ditemani oleh kak Ramdan dan beberapa pemuda lainnya menuju gudang mesiu Jepang. Aku saat itu sedang duduk di lereng gunung Baleendah bersama puteri Pak Toha. Tak lama, Gudang itupun meledak. Ledakannya sangat terasa kuat. 1.100 ton mesiu yang disimpan disana meledak seketika. Akupun memeluk erat gadis kecil yang bersamaku itu sembari menyaksikan ledakan dahsyat dan kobaran api yang mengelilingi Bandung saat itu.


***

Fathi menutup bukunya. Ia yang sedang duduk dipinggir danau itu, melihat ke monumen yang berada di depan danau. Persis di depan kolam didirikan dua buah monumen, bagian depan terdapat patung dada Mohammad Toha. Sedangkan di bagian belakang, sebuah monumen yang menjulang tinggi berbentuk lidah-lidah api dengan tentara yang terperangkap dalam kobarannya.


Fathi kemudia berdiri dan mendekati ke sebelah kiri monumen, terdapat tembok prasasti berisi 15 kotak marmer. Sejumlah nama pejuang yang gugur dalam peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) dipahat di dindingnya. Selain itu, pada bagian atas tembok prasasti ini terdapat ornamen kobaran api.

            Tak lama, Fathi dikagetkan dengan seorang anak laki-laki yang menarik-narik bajunya.

“Mbak..Mbak..  saya belum makan.. minta kasihannya mbak” katanya sembari memelas. Akhirnya Fathi memberikan uang lima libu kepada anak itu, anak itu berterima kasih dan langsung berlari pergi.

Fathi tersenyum sembari melihat ke seberang kolam, tampak sebuah tembok memanjang dengan relief cerita seputar BLA. Pada tembok yang didominasi batu andesit berwarna emas terdapat gambar-gambar pertempuran dan tokoh-tokoh bangsa seperti Soekarno dan Hatta, truk-truk militer, tulisan-tulisan dan relief ledakan gudang mesiu.

 Fathi melihat suatu foto dan berkata dalam hatinya..

“Aku Bangga Padamu pak…”





Share:

Analisis Pemilihan Diksi dari cerpen Wattpad


Hello guys, kali ini saya akan membahas serta meneliti tentang diksi. Apa itu diksi? Diksi itu ialah pemilihan kata. Selain itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya Bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Menurut saya sendiri, ilmu diksi ini ialah ilmu menulis yang paling sulit. Kenapa? Karena disinilah kita memakai imajinasi kita. Semua buku yang sudah kit abaca bakal terwujud dalam ilmu ini. Selain itu dzauq atau perasaan penulis juga ikut andil disini.

                Disini, saya akan mencoba untuk memaparkan sebuah cerpen yang pemilihan diksinya menurut saya kurang tepat.

Judul cerpen      : Who?

Penulis                 : Lulunaap

Penerbit              : Wattpad

Link cerpen         : https://www.wattpad.com/605867108-who-mos
Ringkasan Cerpen : Cerpen ini menceritakan seorang anak SMA kelas 10 yang pertama kali MOS atau Masa Orientasi Sekolah. Serena namanya. Di kelas barunya itu dia bertemu seseorang yang membuatnya panas dingin. ia pikir lelaki itu mirip JessNoLimit



               

                Paragraf 1 
Hari itu, hari pertama masuk sekolah. Tanggal 16 adalah tanggal dimana aku dan beberapa orang yang satu angkatan denganku berbaris di lapangan Bersama-sama.

Perbaikan diksi :
Sorotan cahaya matahari mulai mengenai bumi dan isinya. hangatnya mulai merambat ke pori-pori makhluk yang berada di bawahnya. Hari itu hari yang cocok untuk mulai bersekolah di sekolah yang baru. aku masih ingat, hari itu bertepatan dengan tanggal 16 juli 2008. Hari dimana aku dan beberapa orang seangkatanku berbaris di lapangan Bersama-sama.






Paragraf 2
Saat memasuki kelas, aku melihat ke kanan dan kiriku. Ada beberapa anak sedang mengobrol, diam, dan lain-lain.

Perbaikan diksi :
Kulangkahkan kedua kakiku untuk memasuki kelas XA, kelas baruku. Ku seret pandanganku ke sekeliling kelas, siapa tahu ada temanku yang satu kelas bersamaku. Namun ternyata tiada. hanya orang asing yang kulihat, ada beberapa anak laki-laki yang sedang bergerombol untuk mengobrol, mungkin mereka sudah saling kenal sebelumnya. Tak sedikit juga siswa yang diam menyendiri atau melakukan hal lainnya.
Share:

Analisis Sudut pandang Cerpen dari Wattpad & Storial.co



                Baik, temen-temen litera.. sudah berapa lama saya tidak posting? Mungkin sebulan lebih ya. Maaf baru kali ini saya memposting lagi. Kali ini kita akan menganalisis Sudut pandang dari sebuah cerpen. Sudut pandang merupakan cara penulis dalam menempatkan dirinya dalam sebuah alur cerita. Dalam menyampaikannya, penulis biasanya menggunakan beberapa macam teknik penyampaian. Adapun jenis-jenis sudut pandang adalah sebagai berikut :
1.       Sudut pandang orang pertama
a.       Tunggal
b.      Orang ketiga Jamak
2.       Sudut pandang Orang Ketiga
a.       Serba Tahu
b.      Terbatas
3.       Sudut pandang Campuran

Saya disini tidak akan terlalu banyak membahas jenis-jenis Sudut pandang. Temen-temen bisa search di google pasti banyak yang membahas tentang itu. Saya akan fokus pada analisis saya.

A.      Cerpen Pertama


Judul Cerpen     : Senja Diantara Mereka
Penulis                 : Ramandanvl
Terbitan               : Wattpad
Link                        : https://www.wattpad.com/433552893-senja-diantara-mereka
Sinopsis                : Kisah ini berkenaan tentang sebuah makna pertemuan dan hikmah perpisahan. Dimana si Anton yang sedang bermain bola di pesisir pantai yang menemukan seorang wanita cantik buta yang ingin sekali melihat senja. Awalnya Anton berburuk sangka terhadap si wanita, namun setelah duduk berdua menikmati senja, ia berubah pikiran, bahkan mendapatkan hikmah.

Analisis
                Analisis saya terhadap cerpen ini, bahwa si penulis menggunakan sudut pandang campuran. Alasannya karena diawal cerita ia menerangkan bahwa dia mempunyai sebuah cerita (berarti ia masuk cerita dengan kata “Aku”). Lalu di cerita selanjutnya si penulis menggunakan kata lain yaitu “Anton”

B.      Cerpen Kedua


Judul Cerpen     : Sapaan Masa Lalu
Penulis                 : Sango Dango
Terbitan               : Storial.co minggu, 1 july 2018 pukul 12.59
Link                        : https://www.storial.co/book/sapaan-masa-lalu/1
Sinopsis                : Cerita ini terkait dengan ekspresi kerinduan seseorang kepada pacarnya. Ia menceritakan betapa ia sangat tahu keseharian pacarnya. Namun tidak disebutkan kenapa mereka berpisah. Jika kalian teliti ceritanya dari awal sampai akhir kalian akan menemunkan jawabannya.
Analisis
                Temen-temen sudah jelas bisa menyimpulkan bahwa cerita ini memiliki sudut pandang orang pertama tunggal. Karena di awal ceritapun sudah memakai kata “Aku”


Sekian Analisis dari saya.. semoga bermanfaat :)


Share:

Contoh Analisis Latar Cerpen



Judul     : Lari dari Antum

Penulis : Kailila

Terbit    : 3 April 2018




A.      Sinopsis Cerpen

Ilmi, panggil dia begitu. Dia salah satu mahasiswi muslimah di Beijing. Dia baru saja menyelesaikan studi magisternya. Semua bermula dari sebuah surat yang terkirim ke alamat emailnya. Ia tidak terlalu menanggapi. Namun siapa sangka email itu akan jadi email paling berharga baginya.

Pada suatu siang, saat ia menghadiri seminar tentang manajemen Organisasi Lembaga Dakwah. Semua orang tertuju kepada sang moderator, termasuk Ilmi. Namun hanya ilmi yang berprasangka bahwa Azhar Ibrahim, si moderator itu melakukan ujub (sombong). Ia begitu tidak suka kepada Azhar. Sangat tidak suka.

Namun rupanya takdir memiliki jalannya. Pada malam hari, Murabbiyah Ilmi menelepon. Ia memberitahukan bahwa ada seorang pemuda yang hendak ta’aruf dengannya. Dan pemuda itu ialah Azhar Ibrahim. Ilmi yang mencoba untuk tersanjung seperti akhwat-akhwat lainnya, justru ilmi malah tiada rasa kepadanya. Mungkin karena kesan pertamanya yang buruk. Ia akhirnya harus menolak Azhar. Dan ia pun memutuskan untuk melanjutkan akademiknya ke China, menjauh dari Indonesia, terlebih dari Azhar.

Ilmi akhirnya sebentar lagi mencapai gelar doctoral. Di sebuah masjid china, tepatnya di masjid Huaisheng, ia sholat bersama Fatimah. Namun tiba-tiba ia kaget  melihat sekelompok backpacker yang sedang sholat. Dan ternyata imamnya adalah Azhar Ibrahim. Ilmi terpesona dengan suara takbirnya, suara takbir termerdu sedunia. Akhirnya pelarian Ilmi sudah mencapai finishnya. Dan ia teringat email 4 tahun lalu.



B.      Analisis Latar

1.       Latar Tempat

No
Kutipan
Latar Tempat
1
... Ikhwan itu menjadi moderator di topik tentang manajemen organisasi lembaga dakwah. Semua mata tertuju padanya, alih-alih kepada pemateri yang adalah ustadz termasyhur di kalangan aktivis, sepertinya ada sesuatu yang sangat mengesankan tentang ikhwan itu.
Di Sebuah tempat perkumpulan Lembaga Organisasi Islam
2
Tiba di kosan Riani malah harus mengerjakan laporan lagi, sebagai solidaritas mahasiswa tahap akhir, aku ikut begadang.
Di kosan Riani
3
Aku dan murobbiyahku mendengar derum motor Azhar Ibrahim menjauh dan segera ia bertanya
Di rumah
4
Di perjalanan pulang dari kampus, Pak Mulyadi menelepon
Di Jalan
5
Keluarga dan sejumlah ikhwah mengantarku ke pintu keberangkatan.
Di Bandara
6
Dari jauh aku dan Fengye melihat menara masjid Huaisheng, bentuknya serupa mercusuar,
Di Area Mesjid Huaisheng
7
Aku dan Fengye tidak sabar ingin sholat ashar di dalamnya. Aku melangkah memasuki masjid setelah melalui taman kecil hijau di hadapan pintu lengkung terakhir.
Di Area Mesjid Huaisheng



2.       Latar Waktu

No
Kutipan
Latar Waktu
1
Ada seorang ikhwan yang naik ke panggung siang ini, perawakannya kurus dengan lengan kemeja disinsing, meninggalkan kesan pekerja keras.
Siang Hari
2
iba di kosan Riani malah harus mengerjakan laporan lagi, sebagai solidaritas mahasiswa tahap akhir, aku ikut begadang.
Malam Hari
3
Aku dan Fengye tidak sabar ingin sholat ashar di dalamnya.
Sore Hari



3.       Latar Suasana

No
Kutipan
Latar Suasana
1
Sedangkan aku, aku dibuatnya merenung pagi dan malam.
Latar suasana hati si Ilmi Galau
2
Semua mata tertuju padanya, alih-alih kepada pemateri yang adalah ustadz termasyhur di kalangan aktivis, sepertinya ada sesuatu yang sangat mengesankan tentang ikhwan itu.
Latar Suasana Perkumpulan Kagum
3
Aku baru saja pulang bersama Riani dari desa lokasi penelitian, kami berdua kehujanan, kelaparan dan kelelahan.
Latar suasana si aku dan riani
4
Kali ini petir yang menyambar, pastilah aku salah dengar, “siapa, Kak?”
Latar Suasana si aku sedang kaget
5
Belakangan ini aku merasa penghakimanku dulu pada Azhar Ibrahim yang terlalu mempengaruhi semua penilaianku adalah hal yang tidak dapat dimaafkan.
Latar suasana hati si aku menyesal
6
Hatiku berdebar demi melihat menara itu, perpaduan Islam dan Cina, sungguh luar biasa.
Latar suasana hati si aku kagum
7
Detak jantungku seperti genderang, tidak mungkin keliru, tidak ada orang yang menyingsingkan lengan baju seperti itu.
Latar Suasana si aku sedang kaget





Demikian hasil analisis latar pada cerpen Lari dari Antum yang tersedia di blog annida. Semoga bermanfaat.



Catatan: Tulisan ini merupakan Tugas dalam Kelasa Menulis Online Madrasah Pena dengan materi "Meramu Latar Cerpen Yang Fiksi Agar Terasa Nyata" oleh Teh Tirani Rahma.


Share:

Analisis alur cerpen : "Darah Santri"



Tugas Madpen ke-5



Menganalisis Alur.

Judul Cerpen                     : Darah Santri, BTH2

Penulis                                 : Tazkia Royyan Hikmatiar

Terbitan                               : Pena Surga, Cetakan 1, Bandung



Cerpen ini mengisahkan tentang seorang  Aku, pimpinan pesantren pada zaman penjajahan yang berusaha untuk melawan para penjajah la’natullah. Ia beserta istri, anak perempuannya (Hasna Husniah Salsabila), Santri terbaiknya (Soekano), beserta santri yang lain terpaksa harus melakukan uzlah (mengasingkan diri) ke kawasan terpencil agar jauh dari para penjajah.

Namun tekanan tidak cukup sampai disana, terdengar kabar bahwa K.H. Mustafa (pimpinan pesantren lain) ditembak mati oleh penjajah. Hal itu menyebabkan para pimpinan pesantren yang lain mengadakan suatu pertemuan, termasuk si aku.

Si aku terpaksa harus meninggalkan anak dan istrinya untuk menghadiri pertemuan, namun saat ia pulang, ia terkejut karena penjajah bisa masuk ke rumahnya dan menembak mati isterinya. Hal itu dikarenakan Soekano memberontak dengan alasan untuk membiayai pengobatan ibunya. Akhirnya isteri si aku meninggal, dan santri terbaiknya itu harus dihukum mati.

Cerita berakhir dengan merdekanya kawasan itu dari para penjajah, walaupun harus mengorbankan banyak nyawa, termasuk nyawa seseorang yang sangat dicintai.



Analisis Alur : Alur Campuran

Identifikasi Alur :



1. Konflik

                “Suara pelatuk pistol itu memekakan telinga. Dia menarik pelatuk senjata apinya tanpa peringatan. Aku bergeming tiada sedikitpun rasa takut kepada mereka. Allah-lah pelindung kami. Aku menentang keras apapun yang berkaitan dengan Tauhid! Tidak akan semili pun aku bungkukkan tubuh ini untuk menyembah Tuhan mereka!” Cerita K.H. Mustafa di depan seluruh pimpinan pesantren.



2. Orientasi

                Aku kembali. bangunan kayu tempat berteduh para hewan jika hujan, tempat silaturahmi saat musyawarah para hewan di bawahnya berjajar membentuk sebuah kurva untuk melindungi sebuah bangunan yang para penjajah anggap sebagai markas pemberontakan kami. Masjid.

                Lelahku memudar seketika. Wanita mulia yang melayani suaminya dengan baik itu tengah menggendong seorang anak. Anank yang begitu cantik. Itulah mengapa kami menamainya Hasna Husnia Salsabila. Dua nama awal itu berarti cantik. Kami berharap, tidak hanya cantik parasnya, namun juga hatinya, dan membuat nyaman semua orang yang melihatnya serta dapat menjaga diri dari kejamnya para penjajah.



3. Pemunculan masalah

                Panggilan jihad pun emnggema ke seluruh pelosok negeri, menusuk hati. Membuat seluruh hati dimakan ambisi. Berita itu membuat kami marah. Saudara kami adalah kami. Sakit saudara kami adalah sakit kami. Rasa sakit itu mendera kami saat K.H. Mustafa ditembak mati.



4. Konflik utama

                Salah satunya aku mengenalnya. Soekano! Tapi siapa lelaki yang satunya? Dia memegang senjata api di tangannya. Siapa yang sedang ia todong? Kucoba melihta lebih jauh. Celaka! Aku sangat mengenalnya! Moncong senjata itu mengarah pada punggung seorang perempuan yang pastinya sedang melindungi Salsabila. Istriku!



5. Penyelesaian

                Tangis haru membucah pada hari itu. Hari dimana kami berjuang dengan berkorban, dan berkorban untuk sebuah kemerdekaan. Kami mencapainya, langit telah membalasnya dan Allah telah mengabulkannya. Merdeka!
Share:

Label

Recent Posts