بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Memuat jadwal shalat...
Madrasah Literasi: Berita
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Unduh JUKNIS SPAN-PTKIN 2026

 



Jakarta — Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN‑PTKIN) Tahun 2026, sebagai pedoman wajib bagi satuan pendidikan dan peserta didik yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri berbasis agama Islam. Juknis ini memuat aturan teknis pendaftaran, pengisian data, serta mekanisme seleksi siswa berprestasi secara nasional.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi ditetapkan bahwa pola penerimaan mahasiswa baru pada UIN/IAIN/STAIN atau PTN dengan Program Studi keagamaan (selanjutnya disebut Perguruan Tinggi) di Indonesia dilakukan secara nasional dan bentuk lain. Pola seleksi secara nasional pada perguruan tinggi disebut Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan pola seleksi bentuk lain yang dilakukan secara bersama oleh perguruan tinggi disebut Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Kedua pola seleksi tersebut diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, agama, ras, suku, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi.

SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh perguruan tinggi dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional yang diikuti oleh 59 Perguruan Tinggi harus memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan PTKIN.

Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah MA/MAK/SMA/SMK/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pensantren Salafiyah/Mu'adalah Muallimin/Mua'dalah Salafiyah dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi berdasarkan rekomendasi dari Kepala Sekolah/Madrasah. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di Perguruan Tinggi melalui SPAN-PTKIN.

Dalam juknis tersebut, sekolah/madrasah wajib melakukan pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) dengan lengkap dan akurat, mencakup data sekolah, nilai rapor dari kelas X hingga XII, serta portofolio prestasi lain yang relevan. Pengisian PDSS menjadi langkah awal yang krusial, karena data tersebut menjadi dasar utama dalam perankingan calon mahasiswa di tahap seleksi berikutnya.

Selain itu, juknis SPAN‑PTKIN 2026 juga menjabarkan jadwal tahapan penting seperti pendaftaran PDSS, verifikasi, finalisasi, hingga pengumuman hasil seleksi yang harus dipatuhi oleh peserta dan sekolah masing‑masing agar proses seleksi tidak terhambat. Ketentuan pemilihan program studi hingga strategi input data juga menjadi bagian dari panduan teknis yang harus dipahami secara mendalam.

Pihak Panitia menekankan bahwa ketelitian dan disiplin waktu dalam mengikuti juknis ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang lolos seleksi melalui jalur SPAN‑PTKIN. Sekolah dan siswa diimbau untuk mengecek pedoman secara lengkap dan mengikuti setiap prosedur sesuai juknis agar tidak kehilangan kesempatan masuk PTKIN favorit pada tahun akademik 2026.

Berikut adalah JUKNIS SPAN-PTKIN terbaru 2026


Share:

Hati-hati Hoaks: Kemenag Klarifikasi Rekrutmen CPNS & PPPK

 



Waspada Hoaks Rekrutmen CPNS & PPPK Kemenag, Jangan Terjebak Tautan Asal!

Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat berhati-hati terhadap informasi palsu terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengatasnamakan Kemenag.

Belakangan ini, beredar konten di media sosial, termasuk TikTok, yang mengklaim pembukaan pendaftaran CPNS dan PPPK tahun ini, lengkap dengan tautan pendaftaran dan janji kemudahan seleksi.

Kepala Biro SDM Kemenag, Wawan Djunaedi, menegaskan:

“Sampai saat ini Kementerian Agama tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK. Informasi yang beredar adalah hoaks.” tegas Wawan di Jakarta, Selasa (21/1/2026).

Setiap proses rekrutmen ASN di Kemenag selalu resmi, transparan, dan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah. Jadi, jangan pernah percaya tautan pribadi atau permintaan data yang mencurigakan.

Tips cerdas buat masyarakat digital :

  1. Cek sumber resmi: website Kemenag.go.id atau akun resmi media sosial.

  2. Waspadai tautan mencurigakan: apalagi yang minta data pribadi atau biaya pendaftaran.

  3. Laporkan konten hoaks: jika menemukan konten mencurigakan, segera laporkan ke akun resmi Kemenag.

Kemenag menekankan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari disinformasi dan memastikan layanan kepegawaian sesuai prosedur. Jadi, tetap waspada, jangan mudah tergoda janji instan, dan pastikan informasi yang kamu terima terpercaya.

Share:

PERSIS : AKSI SILATURAHMI AKBAR AKAN DIGELAR!!



Pameungpeuk,- Tahun 2018 barulah memasuki bulan februari. Namun, akhir-akhir waktu ini, masalah di bumi pertiwi ini semakin melambung tinggi. Dimulai dengan pelecehan terhadap agama, diskriminasi ulama, bangkitnya Partai Komunis Indonesia dan yang terakhir, yang membuat was-was seluruh masyarakat, yakni teror pembunuhan terhadap ulama berbagai ormas yang ada di indonesia. Diawali dengan meninggal nya panglima Brigade Persis, Ustadz Prawoto, lalu kejadian di masjid At-Tawakkal 1 (Persis 13 Astana Anyar), lalu ustadz-ustadz yang ada di berbagai daerah pun ikut diserang, modus nya pun semua hampir sama, yaitu diserang oleh orang gila.

            Hal ini pun menjadi tanda tanya besar bagi semua kalangan, sehingga ormas islam pun tidak tinggal diam, salah satunya dari ormas Persis, yang akan menggelar Aksi Silaturahmi Keluarga Besar Persis. Acara ini akan diselenggarakan hari Sabtu, 24 Februari 2018.

            Acara yang akan bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ini, akan diisi oleh berbagai kegiatan yang menarik dan sayang untuk dilewati, seperti Aksi Simpatik Ust Prawoto, Orasi yang salah satunya akan dibawakan oleh Ketua Umum PP Persis, Al-Ustadz KH. Aceng Zakaria, lalu Donor darah dan pengobatan gratis, penampilan Drumband, paduan suara, dan juga kegiatan menarik lainnya yang tak kalah serunya.

            Oleh karena itu, sangat rugi acara ini untuk dilewatkan, karena dengan digelarnya acara aksi ini, akan membuat semangat para pemuda dan pemudi, agar selalu sadar bahwa ancaman tidaklah mengenal kata waktu, usia, dan tempat.

Semoga dengan digelarnya acara ini nanti, akan membangkitkan ghirah seluruh umat agar tidak lupa dengan jihad, yang mungkin sebentar lagi akan di kobarkan di tanah air tercinta ini.

Wallahu ‘alam. (Rafa)





Oleh Rahas pada 18 Fe 2018, 20:54 WIB repost dari www.mishbahulislam.blogspot.com
Share:

Harapan PERSIS Terhadap Jokowi | Aksi Bela Palestina



Bandung, Adanya statement dari Presiden Amerika, Donald Trump, dinilai menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah Indonesia untuk tampil memimpin bersama pemerintah Turki membatalkan rencana Trump.

“Saat yang tepat apabila pemerintahan Jokowi memanfaatkan peran internasional dalam membatalkan rencana Presiden Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel”, tutur KH. Uus M Ruhiyat, M.Pd, jumat (08/12/2017).

Tampilnya Indonesia, menurutnya, dapat diperhitungkan dunia internasional. Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar dunia dalam wadah OKI lalu berdampingan dengan Turki yang dipimpin Erdogan dalam membendung rencana Trump.

“Rencana Trump ini dapat membahayakan perdamaian dunia”, jelasnya.

Ketua HMK PP Persis itu pun menyampaikan, peran signifikan pemerintahan Jokowi dalam memimpin dunia Islam bukan suatu hal yang berlebihan, mengingat peran Indonesia turut serta dalam perdamaian dunia adalah amanat konstitusi.

Bangsa Indonesia wajib mengecam keputusan Trump ini karena bertentangan dengan UUD 1945.

“Amanat UUD 45 jelas menentang penjajahan di muka bumi karena bertentangan dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”, tandasnya. (HL/TG) | persis.or.id

Share:

AKSI BELA PALESTINA !!! | Pasukan Aa Gym



BANDUNG – Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar berencana mengirimkan 20 ribu orang untuk mengikuti Aksi Bela Palestina, Minggu (17/12) mendatang. Jumlah tersebut kata dai yang kerap disapa Aa Gym itu berasal dari berbagai daerah baik dari Bandung maupun Jakarta.

Untuk keperluan kegiatan tersebut dikatakan Aa Gym, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 100 bus, yang akan mengangkut jamaah aksi. Sejumlah jamaah, akan berangkat dari Daarut Tauhid dengan berkumpul terlebih dahulu pada pukul 22.00, Sabtu (16/12) dan diisi dengan kegiatan iktikaf.

Pada pukul 00.00, Minggu (17/12), jamaah akan berangkat dari Bandung menuju Jakarta untuk ikut Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional, Jakarta pukul 06.00 di hari yang sama.

Dilansir dari dari Harian Terbit Aa Gym mengatakan, dirinya bersama para santri Daarut Tauhid akan ikut serta dalam Aksi Bela Palestina sekaligus membantu berperan membantu kebersihan selama aksi unjuk rasa. ”Saya akan hadir bersama santri dan tim, seperti biasa bagian bantu-bantu kebersihan. Untuk yang hadir bersiap agar menjadi tertib walaupun bertamu ke Jakarta tidak meninggalkan kotor sekecil apapun. Datang bersih, pulang harus lebih bersih Jakarta ini,” kata dia.

Terkait pernyataan Trump, Aa Gym mengatakan presiden AS itu telah mencirikan dirinya sebagai seorang yang tidak punya moral yang baik karena berusaha untuk terus menekan Palestina. ”Ya kita bisa bersatu tergugah. Pertama kita punya tanggung jawab bersama kepada Palestina yang dijajah sangat tidak bermoral dan siapapun yang mendukungnya juga tidak memilki kartu komitmen yang baik,” kata dia.

”Bahwa ini adalah pelanggaran yang sangat nyata terhadap hukum internasional. Mendukung penjajahan adalah perbuatan yang harus ditolak oleh seluruh masyarakat dunia yang beradab,” katanya.

Sementara itu, hasil KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada Rabu (13/12) mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. OKI menolak pengakuan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam KTT Luar Biasa yang digelar sepekan setelah pidato pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, para pemimpin OKI menyerukan seluruh negara untuk mengakui Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya yang tengah diduduki.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, kemarin (14/12), OKI menambahkan bahwa 57 negara anggotanya tetap berkomitmen atas “perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara”. OKI mendesak PBB untuk “mengakhiri pendudukan Israel” atas Palestina dan menyatakan bahwa pemerintahan Trump bertanggung jawab untuk “semua konsekuensi bila keputusan ilegalnya tidak dicabut”.

”Bagi kami deklarasi (Trump) berbahaya, yang bertujuan untuk mengubah status hukum kota (Yerusalem), tidak sah dan tidak memiliki legitimasi,” ujar OKI dalam pernyataan bersamanya.

Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera mengatakan bahwa KTT Luar Biasa OKI di Istanbul menyoroti bahwa rakyat Palestina, warga Arab, dan muslim terus berkomitmen pada perdamaian.

”Sekarang, negara-negara muslim dengan bersekutu bersama Palestina mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina,” terang Bishara.

”Dan negara-negara Islam tersebut siap untuk menghukum setiap negara yang mengikuti jejak Amerika Serikat dalam hal mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal OKI Yousef al-Othaimeen dalam KTT di Istanbul menyatakan menolak keputusan Amerika Serikat dan mendesak para pemimpin muslim untuk bersatu dalam memberikan respons terhadap pengakuan Yerusalem oleh Trump. ”OKI menolak dan mengutuk keputusan Amerika Serikat. Itu adalah pelanggaran hukum internasional dan ini memprovokasi perasaan umat muslim sedunia. Ini akan menciptakan ketidakstabilan di kawasan dan di dunia,” terang Sekjen OKI itu.

Sementara itu, dalam forum KTT Luar Biasa OKI, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuturkan bahwa AS “mendiskualifikasi” dirinya dari perundingan damai Israel-Palestina. Langkah tersebut menunjukkan biasnya sikap Negeri Paman Sam.

Trump mengumumkan pengakuan atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017. Dalam kesempatan yang sama, ia memastikan akan segera memulai proses pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. ”Kami tidak akan menerima peran apa pun yang kelak dimainkan Amerika Serikat dalam proses perdamaian, mereka telah membuktikan sikap bias terhadap Israel,” kata Abbas.

”Yerusalem akan selalu menjadi ibu kota Palestina,” imbuhnya.

KTT Luar Biasa OKI di Istanbul dihadiri oleh lebih dari 20 kepala negara. Arab Saudi, yang merupakan markas OKI, hanya mengirim seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri, sementara mayoritas mengutus Menteri Luar Negeri mereka.

Pertemuan OKI tersebut digelar atas desakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ”Itu tidak sah dan tidak berlaku… kecuali Israel, tidak satu pun negara-negara di dunia mendukung keputusan (Trump) itu,” ujar Erdogan merespons kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Analis, bagaimana pun, keraguan Turki dapat menjembatani kesenjangan dalam dunia politik muslim yang terbagi atas Syiah dan Sunni. Sejumlah pemain kunci seperti Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dinilai tidak akan mengambil risiko dengan garang mengumandangkan sikap anti-Washington.


Repost :http://jabarekspres.com/2017/aksi-bela-palestina/

Share:

Mengenal Al Khazini - Perintis Gravitasi




            Akhi Ukhti tahukah kamu bahwa jauh sebelum Isaac Newton menemukan teori Gravitasi, ada seorang ilmuwan muslim yang sudah memikirkan tentang teori itu loh. Dia merupakan ilmuwan muslim yang hidup pada abad ke-12 M.  Para sejarawan sains memberinya gelar sebagai ‘Fisikawan terbesar sepanjang sejarah.” Waah, keren yaa.. kira-kira apa yang menyebabkannya dijuluki seperti itu? Yuk kita cari tau…

            Menurut Irving M Klotz, dalam tulisannya bertajuk "Multicultural Perspectives in Science Education: One Prescription for Failure", Al-Khazini yang bernama lengkap Abdurrahman al-Khazini hidup di abad ke-12 M. Dia berasal dari Bizantium atau Yunani. Al-Khazini menjadi budak Dinasti Seljuk Turki, setelah kerajaan Islam itu menaklukkan wilayah kekuasaan Kaisar  Konstantinopel, Romanus IV Diogenes.

Beliau kemudian dibawa ke Merv, sebuah metropolitan terkemuka pada Abad ke-12 M. Merv berada di Persia dan kini Turkmenistan. Sebagai seorang budak, nasib al-Khazini sungguh beruntung. Oleh tuannya yang bernama al-Khazin, ia diberi pendidikan sang sangat baik. Ia diajarkan matematika dan filsafat.

Selain itu Al-Khazini juga dikirimkan untuk belajar pada seorang ilmuwan dan penyair agung dari Persia bernama Omar Khayyam. Dari sang guru, dia mempelajari sastra, metematika, astronomi dan filsafat.  Menurut Boris Rosenfeld (1994) dalam bukunya "Abu'l-Fath Abd al-Rahman al-Khazini, saat itu Omar Khayyam juga menetap di kota Merv.

Karena kecerdasannya, Al-Khazini menjelma menjadi seorang ilmuwan berpengaruh. Ia menjadi seorang matematikus terpandang yang langsung berada di bawah perlindungan, Sultan Ahmed Sanjar,  penguasa Dinasti Seljuk. Sayangnya, kisah dan perjalanan hidup al-Khazini tak banyak terekam dalam buku-buku sejarah.

Salah Zaimeche PhD (2005) dalam bukunya berjudul Merv menuturkan, al-Khazini adalah seorang ilmuwan yang bersahaja. Meski kepandaiannya sangat dikagumi dan berpengaruh, ia tak silau dengan kekayaan. Menurut Zaimeche, al-Khazini sempat menolak dan mengembalikan hadiah sebesar 1.000 keping emas (dinar) dari seorang istri Emir Seljuk.

''Ia hanya merasa cukup dengan uang tiga dinar dalam setahun,'' papar Zaimeche.

Para sejarawan sains mengungkapkan, pemikiran-pemikiran al-Khazini sangat dipengaruhi oleh sejumlah ilmuwan besar seperti Aristoteles, Archimedes, Al-Quhi,  Ibnu Haitham atau Alhacen, al-Biruni serta Omar Khayyam. Selain itu, pemikiran al-Khazini juga sangat berpengaruh bagi pengembangan sains di dunia Barat dan Islam. Salah satu ilmuwan Barat yang banyak terpengaruh al-Khazini adalah Gregory Choniades – astronom Yunani yang meninggal pada abad ke-13 M.


Salah satu kontribusi penting yang diwarisakan al-Khazini dalam bidang astronomi adalah Tabel Sinjaric. Tabel itu dituliskannya dalam sebuah risalah astronomi bertajuk  az-Zij as-Sanjari. Dalam manuskrip itu, dia menjelaskan jam air 24 jam yang didesain untuk kegunaan astronomi. Inilah salah satu jam astronomi pertama yang dikenal di dunia Islam.

Tabel Sinjaric


Selain itu, al-Khazini juga menjelaskan tentang  posisi 46 bintang. Risalahnya yang berjudul Al-Khazini's Zij as-Sanjari itu kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Yunani oleh  Gregory Choniades pada abad ke-13 M. Risalah astronomi yang ditulis al-Khazini pun menjadi rujukan para ilmuwan dan pelajar di Kekaisaran Bizantium.

Kontribusi penting lainnya yang diwariskan al-Khazini dalam bidang fisika adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya pada  1121 M itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam. Dalam buku itu, al-Khazini menjelaskan sacara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan dan  hidrostatika.

Selain menjelaskan pemikirannya tentang teori-terori itu, al-Khazani juga menguraikan perkembangan ilmu itu dari para pendahulu serta ilmuwan yang sezaman dengannya. Dalam bukunya itu, al-Khazini juga menjelaskan beberapa peralatan yang diciptakan ilmuwan pendahulunya seperti araeometer buatan Pappus serta  pycnometer flask yang diciptakan al-Biruni.

Buku itu dinilai Nasr sebagai sebuah karya ilmiah Muslim yang paling esensial tentang mekanika dan hidrostatika, dan terutama studi mengenai pusat gravitasi. Dalam buku itu pula, al-Khazini mengupas prinsip keseimbangan hidrostatis dengan tingkat ketelitian obyek sampai ukuran mikrogram (10-6 gr), suatu level ketelitian yang menurut K Ajram  dalam The Miracle of Islamic Science  hanya tercapai pada abad ke 20 M.

Al-Biruni and al-Khazini merupakan dua ilmuwan Muslim yang pertama kali mengembangkan metode ilmiah dalam bidang ilmu keseimbangan atau statika dan dinamika. Metode itu dikembangkan untuk menentukan berat yang didasarkan pada teori kesembangan dan berat. Al-Khazini dan ilmuwan pendahulunya menyatukan ilmu statika dan dinamika ke dalam ilmu baru bernama mekanika.

Selain itu, mereka juga menggabungkan ilmu hidrostatika dengan dinamika sehingga melahirkan ilmu baru bernama hidrodinamika. Mereka juga menerapkan teori rasio matematika dan teknik infinitesimal  serta memperkenlkan aljabar dan teknik penghitunang ke dalam statika.  Al-Khazini dan ilmuwan Muslim lainnya juga merupakan yang pertama mengeneralisasi teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi.

Al-Khazini wafat pada abad ke-12 M. Meski begitu, pemikiran-pemikiran yang telah diwariskannya bagi peradaban dunia hingga kini masih tetap abadi dan dikenang.




Share:

Label

Recent Posts